mAU 100 aTAu HANYA 98…ATAU 96 % atau……..
& Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar
Juni 16, 2009, 4:02 am
Diarsipkan di bawah: Uncategorized
Diarsipkan di bawah: Uncategorized
Lulus kok susah…
gak lulus tambah susah…
sekolah 3 tahun hanya dihargai dalam waktu 3-5 hari saja… setelah itu mati… kalau gak lulus….
kasihan yang lulus… lebih kasihan lagi yang gak lulus…
semangat… semangat… … a w a s tahun depan harus lulus 100% ….
kalau pengen lulus dengan mulus… banyak makan bulus biar licin….
nulis lagi ngawur dan stresss.
& Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar
Tinggalkan komentar
Baris dan paragraf terpisah secara otomatis, alamat email tidak akan ditampilkan, kode HTML diperbolehkan:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
kalo mau lebih mulus, makan lotion sambil di gosok2 deh. dijamin lebih lecir dan cepat mencari hi hi hi *apaan coba*
Komentar oleh zulhaq Juni 18, 2009 @ 7:40 amsedih (plus malu sebagai alumnus) ngeliat ada dua yang gak lulus…
Komentar oleh --- Juni 18, 2009 @ 8:23 amhiks..jadi sedih…
taun lalu 100%…skrang gg lulus 2…napa harus 2???sma 2??
Huuw…sedhix…
cmangad dek…..^^//”p
Komentar oleh RienZ Juni 19, 2009 @ 5:41 amKlu dlht dr usha bwt prsiapan unas,mmang trasa sngt phit,jika hrs mnlan kexataan bhwa hrs g lu2s..
Prhlatan thunan itu tlh mmbuat qt jd krja ekstra,.
Tnaga ekstra,duitpn ekstra,.
tp hslx g sbnding..
Mskpn ud ikt pkt c,Kbxkn PTN g mw nrima Siswa ga lu2s..
Kshn jg y..
Mgkn Tuhan pux rencana lain,.
Tapi kita hrs slalu ingat bahwa Tuhan tdk akn mngubah keadaan suatu
kaum,pabila kaum itu tdk brusaha mngubahnya.
Dan segala usaha hrs selalu disertai dengan do’a yg ikhlas
Komentar oleh Ayoekz Juni 24, 2009 @ 5:50 amKepada Tuhan Yang Maha Esa.
Nama : Helmi Nilasari
NIM : 060210402356
Angkatan : 2006
TUGAS ANALISIS BUKU TEKS
1. Paragraf deduktif adalah paragraf yang diawali dengan peryataan-peryataan umum sehingga dapat ditarik kesimpulan yang bersifat khusus.
Contoh: Penduduk pantai yang bermata pencaharian sebagai nelayan masih menggunakan peralatan tradisional dan berpendapatan pas-pasan. Dengan demikian, nelayan tradisional berpendapatan pas-pasan.
2. Jenis klausa antara lain yaitu:
a. Klausa kalimat majemuk setara adalah klausa yang ada didalam kalimat majemuk setara (koordinatif). Artinya, tiap klausa atau masing-masing klausa mempunyai kedudukan yang sama.
Contoh: – Rudi pergi kekampus atau kerumah temanya.
– Paman mencangkul disawah, tetapi bibi hanya dirumah.
b. Klausa kalimat majemuk bertinggkat adalah klausa yang ada didalam kalimat majemuk bertingkat (subordinatif). Artinya tiap klausa atau masing-masing klausa mempunyai kedudukan yang tidak sama, klausa yang satu sebagai induk kalimat dan klausa yang lain menjadi anak kalimat.
Contoh: – meskipun sudah kaya raya ia tetap bekerja keras.
– Pak Amar pindah ke Solo setelah istrinya meninggal dunia.
c. Klausa gabungan merupakan gabungan kalimat majemuk setara dan bertingkat (kalimat subordinatif- koordinatif) terdiri atas tiga klausa atau lebih.
Contoh: – Dia pindah ke Jakarta setelah ayahnya meningal dan ibunya kawin lagi.
– Ketika hujan turun, bapak sedang nonton TV dan ibu memasak didapur.
3. a). Peyorasi: Suatu proses perubahan makna menjadi lebih jelek / lebih rendah dari pada makna semula.
Contoh: – Gelandangan dirasakan lebih kasar daripada Tunawisma.
b). Sinestesia: Merupakan akibat pertukaran tanggapan antara dua indera yang berbeda.
Contoh: – Kata-katanya sangat pedas ditelinga.
c). Asosiasi: Merupakan perubahan makna sebagai persamaan sifat.
Contoh: – Kursi itu telah lama ia idam-idamkan.
d). Afikasi: Proses penambahan afiks atau imbuhan yang meliputi penambahan prefiks (awalan), infiks (sisipan), sufiks (akhiran), dan konfiks.
Contoh: – Ber + lari = Berlari (prefiks)
– Mati + kan = Matikan (sufiks)
– Per + atur + an = Peraturan (konfiks)
– Guruh + em = Gemuruh (infiks)
4. Kesalahan dalam mengkaji buku teks menyangkut kekurangan dan kelebihanya sehingga menghambat proses pengembangan pengetahuan buku teks
5. a). Kata ulang adalah perulangan bentuk baik seluruhnya ataupun sebagian, baik dengan fariasi fonem maupun tidak.
Contoh: – Adik berlari-lari dikebun.
– Kakak kumpul-kumpul diteras depan rumah.
b). Perluasan makna : Perubahan makna dari kata yang lebih khusus ke yang lebih umum.dengan kata lain bahwa cakupan makna pada masa kini lebih luas maknanya dari masa lalu.
Contoh: – Putri
Makna dahulu : pangilan untuk anak perempuan raja.
Makna sekarang : pangilan untuk semua anak perempuan.
c). Penyempitan makna : Perubahan makna dari kata yang memiliki makna yang cukup luas kemudian berubah menjadi terbatas hanya pada sebuah makna saja.
Contoh : Madrasah
Makna dahulu : Nama untuk semua sekolah.
Makna sekarang : Nama untuk sekolah islam.
d). Paragraf analogi : Paragraf yang membandingkan sesuatu yang dikenal oleh umum dengan yang kurang dikenal itu.
Contoh : Percabangan suatu bahasa proto menjadi dua bahasa baru atau lebihserta tiap-tiap bahasa baru itu dapat bercabang pula dan seterusnya, dapat disamakan dengan percabangan sebatang pohon. Pada suatu waktu cabang pohon tadi mengeluarkan cabang-cabang baru, tiap cabang kemudian bertunas dan bertumbuh menjadi cabang-cabang baru. Demikian seterusnya, begitu pula percabangan pada bahasa.
6. a. Dody selalu menghisap Djarum Super.
b. Pikiran sehatnya semakin merosot akhir-akhir ini.
c. Bandung menangkan kompetisi sepak bola nasional.
d. Terimalah pemberianku yang tak berharga ini.
7. a. Karangan argumentasi berisi tentang pendapat sedangkan karangan ekposisi berisi tentang pemaparan suatu permasalahan.
b. Kalimat berpelengkap yaitu kalimat yang tidak dapat dipasifkan sedangkan kalimat berobjek dapat dipasifkan.
c. Paragraf deduktif yaitu paragraph yang diawali peryataan umum dan diakhiri dengan peryataan khusus sedangkan induktif adalah kebalikan dari paragraph deduktif.
8. Ketika hujan turun dengan derasnya / dan disertai guntur yang mengelegar / Andi pergi menolong kakek tua yang kelaparan itu ke Puskesmas.
9. Figur guru yang baik yaitu guru harus memiliki jiwa yang konsisten. Dalam konsistensi dalam menegakan peraturan dan apa yang sudah menjadi kesepakatan dikelas, waktu 45 menit saat kita mengajar akan banyak dihabiskan untuk mendiamkan siswa. Selain konsisten seorang guru dituntut utuk memiliki kepribadian yang harus dimiliki oleh seorang guru yaitu guru berperan sebagai motivator, innovator, planer, capable, personal, dan developer.
10. Yang paling bertanggung jawab apabila siswa tidak suka dengan sebuah mata pelajaran menurut saya yaitu adalah guru. Karma apabila seorang guru tidak dapat memberikan sebuah mata pelajaran dengan menarik dan menyenangkan maka akan membuat siswa tidak suka terhadap mata pelajaran tersebut. Untuk itu seorang guru harus menguasai materi dengan baik sehingga dapat menyampaikan dengan menyenangkan agar dapat membuat siwa suka terhadap mata pelajaran.
Komentar oleh HELMI NILASARI Juni 24, 2009 @ 12:40 pmyaaaaa kalauuuuu mauuuu lulussss harusssss belajarrrrrrr dengannnnnn giattttt
yaaaa walupun hasilnya gk memuaskan tp kita kan sudah berusaha
Komentar oleh Ratna Oktober 2, 2009 @ 4:21 am